Pengertian Dan Cara Penggunaan AED (Automated External Defibrillator)

Pengertian AED (Automated External Defibrillator) – Haloo Sahabat Penerbangan, kali ini Admin akan memberikan informasi tentang Alat AED(Automated External Defibrillator) yang biasa digunakan menolong orang yang terkena serangan jantung dan mengembalikan ritme jantung seperti normal lagi. Untuk lebih lengkapnya mari kita simak artikel dibawah ini dengan seksama.

Pengertian AED (Automated External Defibrillator)

Pengertian AED

Pengertian AED

Automated External Defibrillator (AED) merupakan suatu perangkat yang mempunyai sengatan listrik portabel melalui dada ke jantung. Dan sengatan listrik dari AED tersebut yang mampu menghentikan ritme jantung yang tidak teratur.

Dengan begitu diharapkan bisa mengembalikan irama jantung secara normal dalam kasus tiba-tiba jantung yang berhenti ataupun terjadi serangan jantung mendadak.

Tidak adanya pelatihan dasar First Aid yang terjangkau dan memadai bagi masyarakat Indonesia menjadi penyebab kurangnya pengetahuan dan keberanian masyarakat awam untuk memberikan pertolongan pertama ataupun First Aid.

Pramugari Indonesiapun tidak diberikan pelatihan penggunaan AED (Automated External Defibrillator) karena sebenarnya AED tidak tersedia di dalam pesawat terbang Indonesia karena dinilai masih belum diperlukan.

Kapan AED Digunakan?

AED dipakai pada saat pasien atau korban yang diduga mengalami defibrilasi ventrikel atau ventrikel tachicardi tanpa denyut yang ditandai dengan kesadaran yang tiba-tiba menurun tanpa adanya denyut nadi yang sebelumnya tidak mengakibatkan trauma ataupun penyebab lain dari nyeri dada.

Mengapa AED itu Penting?

AED memungkinkan untuk bisa menanggapi keadaan darurat medis yang mana saat dibutuhkan adanya defibrilisasi. Karena AED ini mempunyai sifat yang portabel, maka memungkinkan untuk AED bisa dipakai oleh orang-orang non medis atau bukan kalangan dari medis.

Tak tersedianya pelatihan dasar dari First Aid yang terjangkau serta memadai untuk masyarakat Indonesia inilah yang menjadi salah satu penyebab kuat kurangnya pengetahuan dan keberanian masyarakat awam untuk memberikan suatu bentuk pertolongan pertama ataupun First Aid, sehingga dengan adanya ataupun tersedianya AED pada fasilitas umum ini terkesan cuma sebagai penghias dinding dan alat kelengkapan fasilitas umum yang ada saja.

Awak kabin sendiri juga tak diberikan adanya pelatihan penggunaan AED, karena sebenarnya AED ini tak tersedia di dalam pesawat terbang Indonesia, karena sebenarnya dinilai masih belum dibutuhkan

AED juga menjadi alat stimulator detak jantung portable yang mengandung tegangan listrik bertegangan tinggi untuk memulihkan korban Cardiac Arrest akibat adanya serangan jantung dan yang lainnya. Penggunaan dari AED juga harus dikombinasikan dengan CPR (Resusitasi Jantung Paru) yang baik.

Tak tersedianya asupan oksigen pada otak selama 4 hingga 6 menit saja, mampu menyebabkan terjadinya beragam kerusakan di jaringan otak yang tak lagi mampu bisa diobati ataupun diperbaiki lagi.

Dengan AED inilah yang mampu membantu mengembalikan detak jantung yang berhenti ataupun tak normal menjadi kembali normal dengan cara melalui sengatan listrik yang ada di jantung korban yang dialirkan dari AED dengan melalui kabel dan bantalan stiker yang telah ditempel pada dada korban.

Ada seperti itu banyak jenis AED yang ditemukan di pasaran, namun demikian, cara penggunaannya tetap sama, tak berbeda dan  akan dibuat mudah untuk masyarakat awam untuk bisa menggunakannya.

Yang Harus Diperhatikan Sebelum Menggungakan AED (Automated External Defibrillator)

Pengertian AED

Pengertian AED

  1. Tombol On/Of

Untuk menghidupkan dan mematikan. AED akan mencoba untuk membimbing Anda dengan cara mengeluarkan suara perintah dan perintah (prompt) langkah apa yang selanjutnya harus Anda lakukan.

  1. Sticker Pad

Sticker Pard atau biasa disebut bantalan tempel yang berbentuk seperti stiker yang harus dilepaskan lapisan stikernya sebelum direkatkan. 1 Pada dada sebelah kanan korban antara 5 cm di bawah tulang bahu dan yang lainnya lagi berada di area bawah ketiak dekat perut sebelah kiri korban.

  1. Tombol Shock

Tombol ini ditekan pada saat mesin AED memerintahkan Anda dengan perintah “Shocking Advised”.

Hal yang yang diperhatikan pada korban, Sebelum Menggunakan AED (Automated External Defibrillator)

Pengertian AED

Pengertian AED

  1. Korban tidak bernafas, tidak sadarkan diri ataupun tidak bernafas dengan normal seperti mendengkur ataupun mengeluarkan suara-suara yang tidak normal lainnya.
  2. Korban tidak berbaring di area yang basah sebab Shock ataupun kejutan yang dihasilkan AED mengandung listrik.

Cara Menggunakan AED (Automated External Defibrillator) yang benar

  1. Jika Anda melihat ada orang yang tiba-tiba pingsan ataupun tidak sadar, segera panggil bantuan medis ataupun ambulans. Kemudia minta seseorang untuk mencari alat AED terdekat.
  2. Periksa apakah penderita benar-benar tidak sadar. apabila penderita telah dewasa, coba guncangkan tubuhnya ataupun panggil dengan suara keras. Namun jika penderita merupakan anak kecil, jangan guncangkan tubuhnya, melainkan lumayan dicubit saja. apabila penderita sadar ataupun bisa merespons, jangan gunakan AED.
  3. Jika penderita belum sadar, langsung diperiksa pernapasan dan denyut nadinya. jikalau penderita tak bernapas dan denyut nadinya tidak teraba, atau teraba namun tidak teratur, lakukanlah CPR (cardiopulmonary resuscitation). Kompresi dada dan pemberian napas buatan melalui CPR ini bisa memberikan oksigen sementara untuk penderita sambil menunggu AED.
  4. Ketika AED tiba, pastikan tubuh penderita dan kondisi di sekelilingnya sudah benar-benar kering. Lepaskan pakaian dan benda lain yang menempel pada tubuh penderita, seperti koyo dan kalung.
  5. Setelah itu, nyalakan alat AED. Alat AED akan memberikan panduan dalam bentuk suara mengenai langkah demi langkah yang yang Anda lakukan.
  6. Terdapat 2 lempeng elektroda AED yang yang ditempelkan ke dada penderita sesuai posisi yang tampak pada gambar di AED. apabila kabel lempeng elektroda ini belum tersambung langsung ke AED, segera sambungkan.
  7. Setelah elektroda terpasang, hentikan CPR dan tekan tombol ”analisis”. Pastikan tidak ada yang menyentuh tubuh si penderita selama AED menganalisis denyut jantungnya. Hal ini untuk mencegah kesalahan analisis AED.
  8. Setelah analisi selesai, AED akan menginformasikan kepada penolong apakah penderita butuh diberi kejutan listrik atau tidak. Apabila alat AED menyatakan bahwa penderita perlu diberi kejut listrik, pastikan bahwa telah tidak ada penolong yang menyentuh tubuh penderita sama sekali, kemudian tekan tombol “shock” di AED untuk memberikan kejutan listrik.
  9. Setelah memberikan kejut listrik, alat AED akan memberikan arahan kepada penolong untuk memeriksa pernapasan dan denyut nadi penderita. apabila belum kembali, AED akan meminta penolong untuk melanjutkan CPR. Setelah 2 menit, AED akan kembali menganalisis denyut jantung penderita dan menentukan apakah dibutuhkan kejutan listrik lagi.
  10. Jika kejutan listrik tidak dibutuhkan tapi penderita belum menunjukkan tanda-tanda kesadaran, terus buat CPR sesuai arahan alat AED hingga bantuan medis tiba

Nahh itulah penjelasan mengenai alat AED yang dipakai dalam dunia medis dan penerbangan untuk pertolongan pertama orang yang terkena serangan jantung dan lain sebagainya. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.