Pengertian Dangerous Goods Regulation Dalam Dunia Penerbangan

Pengertian Dangerous Goods – Halo semuaa. Apa Anda tahu apa saja larangan yang ada di bandara. Tentunya Anda membawa barang-barang yang dibawa. Tapi tahukah Anda di bandara sudah ada larangan-larangan yang sudah ditentukan oleh Asosiasi Angkutan Udara Intenational (IATA) melalui rambu-rambu. Kali ini Admin akan menjelaskan pengertian dan klasifikasi Dangerou Goods dalam dunia penerbangan.

Pengertian Dangerous Goods Regulation

Pengertian Dangerous Goods

Pengertian Dangerous Goods

Dangerous goods merupakan unsur zat bahan dan barang berbahaya yang sangat peka terhadap suhu udara, tekanan dan getaran yang bisa mengganggu pada kesehatan manusia maupun binatang, ini juga menggangu serta membahayakan keselamatan penerbangan, bahkan mampu merusakkan peralatan pengangkutan.

Menurut Asosiasi Angkutan Udara International (IATA) pada buku peraturan barang berbahaya (Dangerous Goods Regulation) dan Annex 18 mengenai The Safe Transport of Dangerous Goods by Air, bahwa barang  berbahaya didefinisikan sebagai berikut:

Bahwa suatu barang berbahaya merupakan bahan ataupun zat yang berpotensi bisa membahayakan secara nyata terhadap kesehatan, keselamatan ataupun harta milik apabila diangkut dengan pesawat udara. Bahaya yang ditimbulkan akan berakibat pada keselamatan penerbangan.

Pada dasarnya barang berbahaya ini bisa diangkut menggunakan pesawat udara, akan tetapi harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk aturan kemasan dan cara pengemasannya, pemberian stiker serta penyimpanan dan pemuatannya.

Hal ini memberikan petunjuk kepada mereka yang bergerak di bidang penanganan barang berbahaya yang akan dikirim ataupun diterima, supaya tetap menjaga keamanan dan keselamatan terhadap kemungkinan terjadi kecelakaan penerbangan yang disebabkan petugas berwenang yang lalai ataupun kurang melaksanakan pengawasan yang ketat terhadap barang berbahaya tersebut.

Apabila petugas yang menangani barang berbahaya ini menyimpang dari peraturan, maka dimungkinkan adanya bahaya yang bisa mencelakakan manusia, merugikan perusahaan ataupun merusak fasilitas lain. Oleh karena itu, untuk menjamin keselamatan dan pengamanan serta lancarnya pengangkutan barang berbahaya diperlukan penanganan yang sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab.

Klasifikasi Dangerous Goods

Pengertian Dangerous Goods

Pengertian Dangerous Goods

Berdasarkan IATA (Internastional Air Transport Association) Dangerous Goods ini dibagi menjadi 9 golongan yakni:

  1. Golongan 1 (Explosives)

Explosives merupakan semua bahan peledak dan ini sangat dilarang pada penerbangan, Contoh : Rudal, Nuklir, Granat, TNT, Dinamit, Bom Molotov, Kembang Api.

  1. Golongan 2 ( Gases)

Gases merupakan gas bertekanan, mudah terbakar. Gases dibagi menjadi 3 diantaranya:

  • Flammable Gas (Gas yang mudah terbakar), contohnya: Gas LPG, Butane, Propane, Hydrogen, Acetylene, Lighters
  • Non Flammable Non Toxic Gas (Gas yang tidak terbakar dan tidak beracun), contohnya: Oxygen, Nitrogen, Carbon dioxide Neon, Fire extinguisher, or low temperature liquefied gas as: liquefied Nitrogen or Helium.
  • Toxic Gas (Gas Beracun), Contoh: Semprotan (obat nyamuk, semprotan wangi-wangian) Aerosols of low toxicity, Tear gas devices.
  1. Golongan 3 ( Flammable Liquid)

Flammable Liquid merupakan benda cair yang mudah terbakar berupa cairan yang mudah terbakar, dan tidak boleh panas, Contoh : Bahan Bakar Minyak (BBM, minyak tanah) Paint, Alcohols, some Adhesives, Acetone, Petrol, dll.

  1. Golongan 4 ( Flammable Solid)

Flammable Solid merupakan zat padat yang mudah terbakar, bila bersinggungan dengan air ataupun pancaran gas pada seketika menimbulkan kebakaran, contoh: karbit.

Flammable Solid dibagi menjadi 3 diantaranya:

  • Flammable Solids (zat padat yang mudah terbakar) Contoh: batubara, Matches, Sulphur, Nitronaphthalene.
  • Subtsances liable to spontaneously combastion (zat mudah meledak). Contoh: White or Yellow phosphorus, Magnesium dinamide.
  • Substances which, in contact with water, emit flammable gas (zat padat apabila terkena air tentu berubah menjadi gas dan mudah terbakar) Contoh: Calcium carbide, Sodium.
  1. Golongan 5 (Oxidizing substances and Organic peroxide )

Oxidizing substances and Organic peroxide merupakan zat yang mudah menghasilkan O2 yg bisa mengakibatkan kebakaran ataupun bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya umumnya tidak mudah terbakar.

Namun, jika kontak dengan bahan mudah terbakar ataupun bahan sangat mudah terbakar mereka mampu meningkatkan resiko kebakaran secara cepat.

Dalam berbagai hal mereka ialah bahan anorganik seperti garam dengan sifat pengoksidasi kuat dan peroksida-peroksida organik. Contoh bahan ini merupakan kalium klorat dan kalium permanganat juga asam nitrat pekat.

Oxidizer dibagi kedalam 2 sub divisi yakni :

  • Oxidizer (zat yang mudah beroksidasi dengan zat lain). Contoh: Air raksa, Ammonium nitrate feltilizer, Calcium chlorate, Bleaches.
  • Organic peroxides (zat yang mudah berorganic dengan zat lain).

Contoh: Belerang, Aspal, ter-Butyl hydroperoxide.

  1. Golongan 6 (Toxic and Infectious Substances )

Toxic and Infectious Substances merupakan zat padat ataupun cair yang bila di hirup ataupun di telan tentu menyebabkan kematian. Berupa barang-barang yang mengandung racun yang merupakan bahan dan formulasi yang mampu menimbulkan kerusakan kesehatan parah ataupun kronis dan bahkan kematian pada konsentrasi sangat rendah apabila masuk ke tubuh menggunakan inalasi menggunakan mulut (ingestion), ataupun kontak dengan kulit.

Contoh: bahan dengan sifat tersebut misalnya kalium sianida, hydrogen sulfida, nitrobenzenedan dan atripin.

Golongan 6 ini dibagi  2 yaitu:

  • Toxic substances (zat yang beracun). Contoh: Pestisida, Arsenic, Nicotine, Cyanide, Pesticides, Strychnine Some are totally forbidden: Bromoacetone
  • Infectious substances, yakni salah satu zat yang bisa mengakibatkan infeksi dan kematianpada seseorang. Contoh: Viruses, Vaksin, Bacteria, such as HIV (AIDS), Rabies, some diagnostic specimens and biological products and Medical.
  1. Golongan 7 (Radioactive Material )

Radioactive Material merupakan zat yang bisa mengeluarkan sinar radiasi. Bahan ataupun barang ataupun benda yang memancarkan radiasi. Materi ini umumnya dipakai untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Contoh: Radionuclides or isotopes for medical or industrial: such as Cobalt 60, Caesium 131 and Iodine 132.

  1. Golongan 8 ( Corrosives )

Corrosives merupakan zat yang bisa mengakibatkan karat. Bahan yang bisa merusak jaringan kulit ataupun memiliki tingkat korosif yang tinggi Contoh: Battery acids, Mercury, Sulphuric acid.

  1. Golongan 9 (Miscellianeous Dangerous Goods )

Miscellianeous Dangerous Goods merupakan bahan padat ataupun cair yang memiliki sifat iritasi ataupun yang bisa menyebabkan ketidak nyamanan. Contoh: Asbestos, Life Tafts, Internal Combastion Enginges Dry Ice, Carbon dioxide, solid, magnetors and non-shieled permanent magnets without keeper bars .

Nahh itulah penjelasan mengenai Dangerous Goods (Benda Berbahaya) dalam dunia penerbangan. Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan juga bisa mengetahui lagi seputar dunia penerbangan.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.